Category Lapak MJS

slider

Redaksi MJS

24 Agustus 2026
|
214

Mengapa Aku Tidak Bahagia, Padahal Aku Beriman? Spiritualitas, Luka Batin, dan Kesehatan Mental

Rp. 0

Out of stok

Ketiadaan kosakata klinis dalam wacana sehari-hari membuat kita cenderung menyederhanakan krisis kejiwaan yang kompleks. Depresi yang melumpuhkan vitalitas hidup sering kali dianggap sebagai bentuk kurangnya tawakal, atau serangan panik yang dipicu oleh ketidakseimbangan kimiawi dalam sistem saraf kerap ditafsirkan sebagai kelemahan moral.

Ketika kerentanan jiwa ditanggapi dengan penghakiman moral, orang-orang terdorong untuk menyembunyikan penderitaannya rapat-rapat. Krisis batin dianggap sebagai aib pribadi yang dikhawatirkan akan mencoreng identitas sosial dan spiritualitasnya. Rasa sakit akhirnya ditanggung dalam kesendirian yang sunyi, tertutup oleh senyum yang dipaksakan dan penampilan luar yang tampak baik-baik saja.

Kecemasan dan rasa bersalah yang sering dikira sebagai “kelalaian spiritual” sejatinya adalah gejala dari tubuh dan batin yang sudah terlampau lelah.

__________________

Keistimewaan buku ini terletak pada keberaniannya memasuki ‘wilayah abu-abu’ antara spiritualitas dan kesehatan mental.

Dr. Fahruddin Faiz

(Dosen Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Pengarus Ngaji Filsafat Masjid Jendral Sudirman)